untitled 2

Edisi biologi aha ini tidak hanya menyajikan materi biologi yang formal tetapi juga hal-hal lain, seperti cara belajar biologi dengan cara yang mberrrrbeda, tetapi punya tujuan akhir sama. Alasan teoritisnya – kita tidak membahas itu – marilah saya beri contoh. Malah kalian pun lebih bisa membuat contoh-contoh yang kreatif.

 

Cara belajar 1

Menghafal macam-macam sendi.

Timi, tokoh kita, entah jagoan yang memburu penjahat, atau orang asing yang tidak jelas, sedang putar otak,geser badan, buka engsel pintu, ambil pelana kuda, seketika terkena peluru nyasar di dadanya yang gendut, tergelepar mati kaku.

Pertanyaan : ada berapa sendi pada ‘teknik cerita ‘ tersebut?

Cara belajar 2

Menghafal nama-nama tulang tengkorak bagian kepala.
KANG -AJI –U- DA- PI –PIS

Tulang tengkorak belaKANG-tulang bAJI- Ubun-ubun-tulang Dahi –tulang taPIs-tulang peliPIS

 

Cara belajar 3

Menghafal nama-nama tulang tengkorak bagian wajah/muka.

Maik Thaison disruduk anjing herder rabies. Rahang atas dan rahang bawahnya rompal, pipi retak, hidung terbelah, langit-langit terkoyak, air matanya menetes karena lidahnya menjulur tak bisa kembali.

Pertanyaan : Ada macam-macam tulang apa saja yang terdapat di tengkorak bagian wajah/muka?

 

 

Carolus Linnaeus, ilmuwan Swedia (lahir 23 Mei 1707-meninggal 10 Januari 1778), dikenal sebagai BAPAK TAKSONOMI. Beliau menemukan cara penulisan nama spesies yang dikenal dengan binomial nomenclatur. Apa saja aturan cara penulisan nama spesies , selain harus menggunakan bahasa Latin atau dilatinkan?

Cara belajar 4

Urutan tingkatan takson

Kingkong _____ KINGDOM

Main film _____ FILUM

Berkelas _____ KELAS

Dengan orgil _____ ORDO

Familinya _____ FAMILI

Yang genius _____ GENUS

Dalam spesies langka _____ SPESIES

 

 

Menghafal nama-nama bagian sistem saraf manusia

Mr Bean terlilit kabel neuron, takut ada apa-apa otak besarnya di scan, ternyata masih normal karena memiliki kesadaran, dan masih tahu nama dirinya (memorinya baik) ternyata masih jalan sempoyongan tidak seimbang diduga karena otak kecilnya terganggu. Scan yang kedua mengetes apakah sumsum lanjutan dan sumsum tulang belakangnya masih baik. Ternyata denyut jantung, pernapasan dan tekanan darahnya kacau karena sumsum lanjutannya terganggu. Sedangkan sumsum tulang belakangnya cenderung ada tanda-tanda kecepit ruas-ruas tulang belakang, yang mengakibatkan gerak reflek Mr Bean kacau. Keluar dari ruangan paviliun RS terpeleset kulit pisang sehingga jatuh menggelinding terpental-pental di tangga. Untuk preventif, discan untuk melihat saraf tepinya. Pertama periksa saraf somatisnya, untungnya 31 pasang saraf spinalnya masih bagus tetapi 12 pasang saraf kranialnya ada satu saraf kranial yang putus yaitu saraf wajah sehingga wajahnya mencong.Tahap terakhirnya periksa saraf otonomnya, Saraf simpatik yang memacu jantung bekerja terus-menerus,tidak di imbangi oleh saraf parasimpatis yang harusnya bekerja berlawanan yaitu memperlambat denyut jantung, sehingga karena saraf simpatis bekerja tanpa kendali menyebabkan Mr. Bean tak tertolong dan akhirnya koma.

 

mberrrrsambung………….

About Andreas Tjatur

Selamat datang di new water fall. Terima kasih telah mengunjungi website ini. God bless you.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s